Monthly Archives: February 2016

Untitle

Apakah kau tahu,
Rasanya saling mencintai
namun bertahan untuk tidak saling memiliki?
Percayalah, ,,
ini lebih buruk dari sekedar patah hati.

     Posted by. Octamelia sasmitha Aatmaja 🙂

Tentang keikhlasan

Ketika orang orang berjalan menjauh darimu..
Biarkan mereka pergi..
Takdirmu tak pernah terikat pada siapapun yang meninggalkanmu..
Dan itu tidak berarti mereka adalah orang jahat…
Ini hanya berarti bahwa bagian mereka dalam ceritamu Sudah selesai 🙂

image

Mengejar Matahari

Ternyata dia bukan Matahari..

“Dia Pelangi

yang hadir dengan segala warnanya yang indah

Tapi Hanya Sejenak

Q.S Al Jatsiyah : 19

Jadilah Wanita yang Selalu Bersyukur ketika senang dan Bersabar ketika tertimpa musibah.
Jangan bermimpi hidup di alam ideal, yang tidak ada rasa sakit, tidak ada kemiskinan, tidak ada kesedihan, pasangan yang tanpa cela, teman yang tanpa aib.
Lihatlah hal-hal positif dan tutup matamu dari hal-hal negatif .
Hendaklah engkau selalu berfikir positif, berusaha, pemaaf dan berpegang teguh pada ALLAH .
Manusia sangat tidak pantas untuk dijadikan sandaran dan menyerahkan urusan kepada mereka.

“sesungguhnya mereka tidak akan dapat membuat kamu tidak membutuhkan Allah sedikitpun”

Writer. Octamelia Sasmitha Aatmaja

Sedikit #RenunganMalam
Inspirasi : Al-Quran Surat Al-Jatsiyah: 19

#KeepIstiqomah

Keep Istiqomah

Kata kata yang selalu saya ingat di dalam hati dan kepala adalah…
Daun jatuh pun sudah diatur Allah, apalagi keinginan yang dimiliki manusia.
Kenyataan yang dihadapi, perjumpaan dengan orang-orang tertentu, perasaan yang begitu tidak menentu, semangat yang naik turun.
Allah selalu punya maksud di balik itu semua..
No coincidence happens in this world.
Everything happens for a reason.

         

Keep Istiqomah..

By. Octamelia sasmitha Aatmaja 

26 Februari 2016

Apa itu Alzheimer ? Apa Penyebab dan Bagaimana Pengobatannya?

Penyakit Alzheimer adalah jenis demensia paling umum yang awalnya ditandai oleh melemahnya daya ingat, hingga gangguan otak dalam melakukan perencanaan, penalaran, persepsi, dan berbahasa. Pada penderita Alzheimer, gejala berkembang secara perlahan-lahan seiring waktu. Misalnya yang diawali dengan sebatas lupa soal isi percakapan yang baru saja dibincangkan atau lupa dengan nama obyek dan tempat, bisa berkembang menjadi disorientasi dan perubahan perilaku. Perubahan perilaku dalam hal ini seperti menjadi agresif, penuntut, dan mudah curiga terhadap orang lain. Bahkan jika penyakit Alzheimer sudah mencapai tingkat parah, penderita dapat mengalami halusinasi, masalah dalam berbicara dan berbahasa, serta tidak mampu melakukan aktivitas tanpa dibantu orang lain.

Meski penyebab pasti penyakit ini belum diketahui, para ahli percaya bahwa penyakit Alzheimer pada umumnya terjadi akibat meningkatnya produksi protein dan khususnya penumpukan protein beta-amyloid di dalam otak yang menyebabkan kematian sel saraf.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit Alzheimer, di antaranya adalah pertambahan usia, cidera parah di kepala, riwayat kesehatan keluarga atau genetika, dan gaya hidup.

Penyakit Alzheimer rentan diidap oleh orang-orang yang telah berusia di atas 65 tahun dan sebanyak 16 persen diidap oleh mereka yang usianya di atas 80 tahun.

Meski begitu, penyakit yang menjangkiti lebih banyak wanita ketimbang laki-laki ini juga dapat dialami oleh orang-orang yang berusia antara 40 hingga 65 tahun. Diperkirakan sebanyak 5 persen penderita Alzheimer terjadi pada kisaran usia teAlzheimer

Diagnosis dan pengobatan penyakit Alzheimer

Penderita Alzheimer umumnya hidup sekitar delapan hingga sepuluh tahun setelah gejala muncul, namun ada juga beberapa penderita lainnya yang bisa hidup lebih lama dari itu. Meski penyakit Alzheimer belum ada obatnya, ragam pengobatan yang ada saat ini bertujuan untuk memperlambat perkembangan kondisi serta meredakan gejalanya.

Karena itu segera temui dokter jika daya ingat Anda mengalami perubahan atau Anda khawatir mengidap demensia. Jika penyakit Alzheimer dapat terdiagnosis sejak dini, maka Anda akan memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan persiapan serta perencanaan untuk masa depan, dan yang lebih terpenting lagi, Anda akan mendapatkan penanganan lebih cepat yang dapat membantu.

Tidak ada tes khusus untuk membuktikan seseorang mengalami Alzheimer. Dalam mendiagnosis penyakit Alzheimer, dokter akan bertanya seputar masalah dan gejala yang dialami pasien. Tes medis mungkin akan dilakukan untuk memastikan kondisi yang dialami pasien bukan karena penyakit lain.

Selain dengan pemberian obat-obatan, penyakit Alzheimer juga dapat ditangani secara psikologis melalui stimulasi kognitif guna memperbaiki ingatan si penderita, memulihkan kemampuannya dalam berbicara maupun dalam memecahkan masalah, serta membantunya hidup semandiri mungkin.

Pencegahan penyakit Alzheimer

Karena penyebab pastinya belum diketahui, sulit untuk mencegah penyakit ini secara pasti. Namun, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mempertahankan kesehatan dan fungsi otak, di antaranya dengan mengonsumsi makanan sehat, berolahraga, tidak merokok, membatasi konsumsi alkohol, serta rutin memeriksakan diri ke dokter seiring pertambahan usia.

By. Octamelia Sasmitha Aatmaja

Thanks for Reading

Tersenyumlah

Tuhan tidak menjanjikan Langit itu Selalu Biru..
Bunga yang Selalu mekar, dan
Mentari yang Selalu bersinar…
Tapi ketahuilah, Bahwa Dia selalu memberi Pelangi disetiap Badai ,
Tawa disetiap Air Mata,
Berkah disetiap Cobaan dan,
Jawaban disetiap Doa.

Tetaplah Bersukur.
Badai Pasti Berlalu..
Seberat apapun masalah kita
Dan
Setidak adil apapun dunia ini,
Pasti ada alasan Terbaik dari Semua itu.

#Octamelia Sasmitha Aatmaja
          19 Februari 2016 🙂